Jika aku pulang….. (Sleepin’sun)

September 12, 2009 at 1:15 pm | Posted in Uncategorized | 1 Comment
Tags: , , , ,

Saat Aku Pulang
Inilah doaku kepada Allah…
Dzat Maha Tinggi yang menciptakan diriku..
Yang telah repot-repot menghidupkanku dari ketiadaan..
Aku ingin meninggalkan dunia ini…
Dengan cara yang sederhana…
Yang biasa-biasa saja…
Bolehlah sedikit heroik asal tidak merepotkan siapapun
Dan tidak menghabiskan banyak biaya

Aku ingin keluargaku melepasku ke liang lahat dengan bangga
Bukan bersedih dan larut dalam kedukaan yang panjang
Aku ingin mereka lebih tegar menjalani hidupnya sepeninggalku
Jika ada air mata tertumpah
Biarlah itu pertanda menyalanya sebuah semangat hidup baru
Untuk memulai segala sesuatunya dengan mandiri: tanpaku
Aku ingin disholatkan di masjid…
Dikuburkan di kuburan biasa saja seperti kebanyakan orang
Diselimuti kain kafan yang paling murah

Orang yang menggali kuburku sebaiknya dibayar dengan ongkos yang lebih dari biasanya untuk membantu kehidupan keluarganya

Semakin cepat jasadku dikuburkan, Insya Allah semakin baik buat semua
Semakin cepat tubuhku menyatu dengan tanah maka makin sejuklah jiwaku…

Jika ada pelayat yang menyumbang uang maka akan diberikan pada mereka yang lebih membutuhkan…
Karangan bunga sebaiknya ditukarkan buku dan alat tulis untuk dibagikan sebagai sarana belajar anak-anak yang membutuhkan
Yang paling kuharapkan hanyalah keikhlasan melepasku pergi dan doa tulus yang mengiringi perjalananku menghadap-Nya

Tidak perlulah ada peringatan 3, 7, 40 atau 1000 hari meninggalku…
Biayanya lebih baik disumbangkan ke panti asuhan atau masjid saja….
Aku hanya percaya pada amal jariyah yang akan menolongku mempertanggungjawabkan hidupku di hadapan Allah: ilmu yang bermanfaat, harta yang diamalkan dan anak-anak shaleh yang terus mendoakan…
Selebihnya, biarlah kutanggung sendiri dosa-dosaku

Pada orang-orang terdekatku aku lebih senang mewariskan ilmu dan kebijaksanaan, bukan kekayaan…
Jikapun suatu hari nanti Tuhan memberi kemurahan kekayaan yang berlebih….
Aku tak ingin mewariskan banyak harta..
Sebagian besar hartaku akan kusumbangkan pada mereka yang hidupnya sangat membutuhkan pertolongan..
Keluargaku hanya akan menerima paling banyak 1/5 sisanya untuk modal hidup mereka selanjutnya..

Mereka juga harus berjuang dengan kemampuannya untuk menciptakan kekayaannya sendiri…
Dengan kematianku….
Aku berharap orang bisa belajar untuk hidup jauh lebih baik daripada hidupku…
Untuk tidak menggantungkan nasibnya semata-mata pada pihak lain

Di kuburku yang sederhana dengan sebuah nisan batu, aku ingin dituliskan kata-kata : inilah Abivara Fajar Dzikrillah dengan keyakinan hidupnya :
” Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin
Sehingga Tuhanpun akan berkonsultasi denganmu
Sebelum menentukan takdir-Nya untukmu «

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wah jd ingin pulang juga..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: