Hukmah berbakti….

October 7, 2009 at 3:25 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dia yang bergamis yang berhikmah.

Suatu hari penulis pergi kesebuah masjid dan bertemu dengan seseorang yang kelihatan apa adanya dengan pakaian gamis yang bersih beliau duduk di beranda mesjid. Setelah mengambil wudhu maka penulis memasuki mesjid dan melakukan shalat. Orang tersebut masih duduk di beranda mesjid setelah shalat penulis selesai. Karena hanya kami berdua dimesjid itu maka sebagai seorang yang lebih muda, saya mendekati, memberi salam dan menyapanya.

Beliau lalu bertanya; “Anda sepertinya sedang mencari sesuatu?

Saya bilang: “Tidak. Kenapa Anda berpikir begitu?
Kata beliau: “Bukan Anda tetapi apa yang benar di dalam diri Anda yang mencari sesuatu…
Saya menjadi heran dan tidak menjawabnya karena mencoba berpikir mengenai apa yang beliau maksudkan. Lalu beliau melanjutkan, “Anda sedang mencari ketaatan, sama seperti begitu banyak orang dibumi ini.

Saya bilang, “Saya tidak mengerti, saya tidak merasa memiliki pikiran itu, bagaimana Anda bisa menyimpulkannya.



Dia bilang, “Bukan Anda yang mengatakannya, tetapi apa yang ada didalam diri Anda…..

Penulis dengan bingung, “Kalau memang benar begitu beritahukan bagaimana cara menemukannya.

Dia bilang: “Begitu banyak orang bodoh berpikir bahwa mereka bisa menunjukan ketaatan. Dia Sang Pemilik Kehendak tahu kebodohan itu, karena hanya Dialah yang menganugerahkan ketaatan itu kepada hamba-hambaNya.

“Kalau begitu, kata saya. “Tunjukan bagaimana caranya agar bisa taat atau paling sedikit tahu bahwa Allah menganugerahkan itu pada saya

“Anda tidak bisa melihat Allah, maka ketaatan bisa berjalan apabila seseorang itu kasyaf. Apakah Anda sudah kasyaf (terbuka hijab)? Aku yakin tidak, maka dari itu Anda masih jauh dari taat kepada-Nya. Aku yakin Anda mencoba cara kedua, yaitu mencoba taat pada Rasullulah, tapi ketahuilah sangatlah sulit membangun ketaatan pada seseorang yang sudah tidak ada di sisi Anda, dan sangat berbahaya berpegang pada kisah seseorang yang banyak dipalsukan mereka yang mengaku sahabat-sahabatnya, oleh karenanya Anda masih jauh dari melihat ketaaatan. Tetapi ada satu yang memungkinkan dan bisa mengantar Anda pada ketaatan pada Allah dan RasulNya.

“Apa itu? Tanya penulis….

“Salah satunya orang tua Anda yang mukmin?

“Saya tidak mengerti, maksud bapak….
“Bagiku, aku tidak melihat kasih sayang Allah yang lebih jelas dari seorang ibu pada anaknya. aku tidak melihat perhatian yang tulus seorang Rasul atas umatnya kecuali pada seorang ayah terhadap anak-anaknya. Aku sering menangis jika ingat bagaimana orang tuaku selalu berpikir mengenai kesejahteraanku, setiap hari, setiap saat, mencoba menghiburku agar aku menjadi senang saat aku sedih. Anda tahu hal itu selalu mengingatkanku tentang bagaimana Allah selalu melakukannya lebih baik lagi. Aku melihat bagaimana orang tuaku mengutamakanku sehingga sempurnalah pandanganku pada contoh Rasulullah yang sering kelaparan hanya untuk mengutamakan perut orang lain. Anakku, apa yang aku katakan ini adalah ikhtiar nabi-nabi. Bukankah Yahya sang nabi memiliki sifat; dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia seorang yang sombong lagi durhaka. (QS. Maryam:14)

Atau Yusuf, Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya keatas singgasana… (QS. Yusuf:100)

Karena bakti mereka, mereka dicintai Allah.

Orang tersebut sedikit terisak ketika mengatakannya. Setelah mampu menguasai dirinya dia melanjutkan.

“Semoga Allah ridha juga padaku. Dan aku sering melihat kesalah fahaman anak terhadap orang tua layaknya mereka yang su’udzon terhadap Allah dan semata mengikuti hawa nafsunya. Ingatkah ketika Allah mengatakan Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (QS. An Nahl:4)

Aku sering melihat ayat ini mewujud dalam hubungan anak dan orang tua, …Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Israa:23). Peganglah ilham ini karena dengan itulah Allah menjelaskan kepadaku mengapa kemarahan orang tua adalah kemarahan Allah.

Dia melanjutkan,

“Anakku latihlah ketaatan Anda pada Allah dengan ketaatan Anda pada orang tua Anda.

Semoga Allah ridha pada Anda, bahwa dengan ketaatan itu, Anda diantarkan Allah pada kesempurnaan pengertian akan ketaatan pada Allah dan Rasulnya……

Hari itu kami shalat Ashar berdua, Penulis hanya bisa menangis saat rakaat kedua dia membaca ayat

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Yusuf:111)

Ya Allah, jadikan aku orang yang taat dan mencintai orang tuaku, jadikan aku termasuk yang mampu membahagiakan mereka. Bila Engkau mengujiku dengan kekurangn mereka, sesungguhnya Engkau telah menugerahkan hikmah. Jadikanlah ketaatanku pada mereka mengantarkanku pada ketaatan kepada Engkau dan Rasul-Mu.

‘…Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang-orang yang bertaqwa. (An Najm 32)

Tapi ternyata aku sedih karena orang tuaku tidak se-akidah denganku…tapi aku yakin Allah maha tahu hati2 hambaNYA….amin…

salam,
Sleepin’ sun

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: